" nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > jadi ceramah bagai profesi < / h3 > " , " isi " :[ " salam sejahtera pa ust saya mau tanya bagaimana apabila orang ceramah jadi dakwah bagai profesi , sehingga takut niat mereka tidak ikhlas . , dan banyak dari mereka yang mengtargetkan materi apabila ingiin memengil mereka untuk ceramah " , " fahry ramadhan " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " wed 17 october 2007 22 :30  " , "  5 . 790 views  n " , " n " , " n " , " salam sejahtera pa ust saya mau tanya bagaimana apabila orang ceramah jadi dakwah bagai profesi , sehingga takut niat mereka tidak ikhlas . , dan banyak dari mereka yang mengtargetkan materi apabila ingiin memengil mereka untuk ceramah " , " fahry ramadhan " , " n " , " kerja ceramah memang sering pandang orang dari dari beberapa sudut pandang yang beda . sehingga apakah layak orang jadi ceramah bagai profesi , tentu saja pandang jadi sangat agam . " , " ada kalang yang boleh hal itu namun ada juga yang justru anggap hal itu tidak layak . apalagi bila sampai jadi buah giat profit dan kemas dengan managemen bisnis ala usah komersial . " , " ada orang yang pandang bahwa ceramah tidak lain dari giat bagaimana layak orang guru atau dosen yang ajar . " , " kalau kita sejajar tindak ceramah dengan tindak ajar , rasa ceramah tidak haram imbal atau honor . masak sih kita larang pak guru dan pak dosen terima gaji ? " , " nantibeliau - beliau itu mau makan apa ? bagaimana pula dengan anak dan isteri mereka ? siapa yang harus nafkah ? " , " mereka yang sejajar giat ceramah dengan ajar , kata bahwa amat layak orang yang ceramah dapat honor atau gaji dari usaha . selain sangat jasa , para ajar cara umum dalam pandang kita memang hak dan layak terima honor . " , " bahkan di masa nabi , orang yang bisa ajar 10 orang lain untuk bisa dar baca dan tulis , dapat imbal yang sangat besar . bahkan para tawan perang badar yang non muslim itu , akan bebas dengan syarat bisa selesai ajar baca tulis . " , " padahal kita tahu bahwa harga tebus untuk tawan perang sangat tinggi . dan itu bayar hanya dengan ajar baca tulis untuk 10 orang saja . " , " hal ini tunjuk bahwa orang yang ajar ilmu hak dapat honor atau imbal materi , bahkan dengan nilai yang lumayan giur . " , " namun ada juga kalang yang pandang bahwa ceramah harus tidak sederhana ajar seperti pak guru dan dosen , lain ceramah adalah sarana sebar ide , fikrah , aqidah , nilai - nilai agama sekaligus nilai - nilai juang . " , " kalang ini lebih cenderung anggap bahwa ceramah anggap bukan kerja " , " , namun lebih bagai aktifitas orang nabi kepada kaum . bagi mereka yang pandang demikian , maka orang ceramah tidak layak terima imbal upa materi , bagaimana orang nabi tidak harap sisi finansial dari aktifitasnya itu . dan para nabi memang tidak pernah minta upah , honor , gaji , atau amplop . " , " mereka pun pedoman kepada ayat - ayat al - quran yang sebu tidak - layak terima honor . " , " ( qs . huud : 51 ) " , " . ( qs . al - furqan : 57 ) " , " . ( qs . shaad : 86 ) " , " para murobbi dan bina halaqah tarbiyahbisa kita jadi bagai contoh sederhana , mereka umum tidak pernah terima imbal uang atau honor . meski mereka sibuk - sibuk dengan agam jenis bina . " , " semua laku dengan ikhlas karena tuntut juang . padahal jumlah halaqah kader mungkinribuan jumlah . namun tidak ada anggar yang turun dari pusat , tidak ada slip gaji dan tidak ada tunjang pensiun . namun semua jalan serta bisa lahir lapis demi lapis generasi rabbani . " , " di negeri kita yang ummatnya hobi dengan tonton , entah sudah bosan dengan agam alir musik atau sebab lain , nyata selip acara ceramah lumayan tarik minat . ikut , seringkali giat ceramah elaborasi dengan seni pentas dan tunjuk . giat ceramah sejajar dengan pentas seni . " , " dan bicara mentas , tentu tidak bisa lepas dari urus dana dan finansial . dan tidak aneh kalau kita sering dengar bahwa orang ustadz terima honor sekian puluh juta rupiah untuk sekali mentas yang durasi hanya beberapa menit saja . maka kenal istilah da ' i juta umat dan da ' i juta rupiah . " , " logika , orang artis yang kerja tebar maksiat dan cuma hadir bahagia saat , bisa terima honor puluh juga rupiah . masak orang ustadz yang benar juga mati oleh khalayak , kok cuma sampai ucap terima kasih alias syukron ? " , " bagi mereka , amat layak bila pak ustadz yang tebar damai , benar dan sejuk iman , juga terima honor padan dengan para artis . " , " bahkan ada yang bilang , harus honor pak ustadz lebih tinggi dari honor para artis . sebab yang beri pak ustadz itu adalah benar hakiki , sedang para artis hanya bisa beri hibur saat . " , " yang jadi tanya barangkali , boleh ceramah dan dakwah kemas demikian rupa dengan giat mentas atau tunjuk ? ada analisa dan contoh hasil dakwah dengan cara seperti itu ? " , " jawab gantung dari target dakwah yang ingin . kalau ceramah di atas pentas seni tuju agar lahir pada kader yang militan , rasa memang terlalu jauh . tetapi kalau dar jadi alternatif pentas dunia hibur yang belum sangat sekuler ganti jadi tuju yang nuansa religi , mungkin tidak terlalu sulit . " , " jadi gantung target dan tuju , bukan masalah layak atau tidak layak . sebab tidak giat pasti punya tingkat efektifitas dan mampu . tiap senjata punya ampuh masing - masing . " , " sejarah dakwah baur dengan seni mentas di negeri kita , benar bukan hal yang aneh . bahkan sejak zaman para wali songo dulu , sudah ada sunan kalijaga yang mentas dakwah dengan tunjuk wayang kulit , serta hasil permak tokoh jagad wayang jadi media dakwah . " , " entah bagaimana logika yang kembang oleh sunan kalijaga itu , yang jelas tindak beliau memang tidak lantas tuju oleh wali sebar agama islam yang lain . sejarah catat bahwa debat antar dua dekat pernah jadi . ada kubu yang lebih cenderung ingin dakwah apa ada , tapi ada yang ingin dakwah lewat seni tunjuk . " , " juga tidak jelas apakah sunan kalijaga mungut karcis tunjuk wayang atau mentas itu gelar cara gratis . namun yang pasti , masyarakat jawa amat gandrung wayang sekaligus islamisasi dengan cukup rata , meski dengan bagai tingkat terima masing - masing . " , " bahwa masih sebar bid ' ah , khurafat , tahayyul , atau aqidah yang simpang , barangkali memang masih nadi pe - er besar . tapi tidak , metode sunan kalijaga itu sudah hasil buat bangsa jawa yang agama hindu atau budha jadi status muslim cara sah . " , " barangkali di masa itu , problem dakwah besar adalah masalah aku ada agama islam . belum masuk ke urus bid ' ah dan khurafat . sehingga target yang penting adalah bagaimana agar orang - orang status muslim saja dulu . urus bina lebih dalam , nanti ada program khusus . barangkali . "
